Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa sanksi AS terhadap industri perminyakan Iran akan membahayakan stabilitas pasar global. Ia menambahkan bahwa tiga negara Eropa yang terlibat dalam perjanjian nuklir JCPOA harus menepati janji mereka untuk membendung sanksi AS.

Amir Hossein Zamania, Deputi Kementerian Perminyakan Iran, menyebutkan pada Senin (30/4) bahwa berbagai sanksi yang dijatuhkan AS adalah salah satu contoh reaksi sewenang-wenang AS terhadap perubahan keseimbangan kekuatan di dunia.

Ia menambahkan, meski sanksi AS akan mempersulit kehidupan rakyat jelata di Iran, Ia yakin Republik Islam Iran mampu melewati masa-masa sulit seperti ini.

Zamania menilai sanksi AS terhadap Iran itu keliru. Sebab, aktivitas ekspor minyak dari Timur Tengah ke seluruh penjuru dunia akan melewati Selat Hormus yang dikuasai secara penuh oleh Iran. Tanpa persetujuan Iran, tidak akan ada minyak untuk pasar global dan dunia akan benar-benar mengalami krisis dalam sektor perminyakan.

Harga minyak di pasar global telah mencapai harga tertinggi pasca Trump mengeluarkan ancaman kepada semua pelanggan minyak Iran untuk berhenti melakukan transaksi dengan Iran. Ancaman ini memaksa para pelanggan minyak terbesar Iran seperti Turki, Cina, Yunani, India, Italia, Jepang, Korsel, dan Taiwan untuk menghentikan impor minyak mereka dari Iran.

Washington mengklaim Arab Saudi dan UEA mampu memenuhi permintaan pasar minyak global. Namun, Kementerian Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, menyebut Arab Saudi dan UEA telah memaksakan diri untuk mengisi kekosongan pasar minyak dunia usai diterapkannya sanksi AS.

Pimpinan Besar Iran, Ayatullah Khamenei, menyebut Iran tetap bisa mengekspor minyak mereka sebanyak yang diinginkan.

Sanksi ekonomi oleh AS terhadap Iran diberikan usai Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir JCPOA yang melindungi aktivitas nuklir Iran. Sanksi ini dijatuhkan secara bertahap. Awalnya, para pelanggan terbesar minyak Iran tetap diperbolehkan untuk mengimpor minyak Iran dengan jumlah yang terbatas. Namun, kini mereka sudah tidak diperbolehkan lagi mengimpor minyak dari Iran.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*