Sumber: AP

Deir Ezzor,LiputanIslam.com—Langkah Presiden Amerika, Donald Trump, untuk mensiagakan pasukannya di sekitar ladang minyak Suriah telah mendapat kecaman dari banyak pihak, khususnya Iran dan Rusia. Trump mengklaim, hal ini dilakukan untuk menghindari sisa-sisa kelompok teroris Daesh merebut ladang minyak itu. Namun, otoritas Rusia menduga Trump berupaya mengambil minyak Suriah dan menyelundupkannya keluar Suriah.

Seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, pada Selasa (5/11) kemarin, pemerintah Amerika telah memulai pembangunan pangkalan baru di Provinsi Deir ez-Zor, khususnya didekat kota al-Sur.

Belum ada laporkan terkait maksud pembangunan itu. Namun, kantor berita itu menyebut, Provinsi Deir ez-Zor dikenal sebagai kawasan yang paling banyak kandungan minyaknya di seantero Suriah. Trump dilaporkan telah menerjunkan sekitar 250-300 pasukan di pangkalan barunya.

Pangkalan baru AS di Deir ez-Zor ini diawali oleh seruan Donald Trump  yang menugaskan sisa-sisa pasukan AS di Suriah untuk menjaga minyak di negara itu.

“Kami ingin memulangkan pasukan kami. Tapi, kami tinggalkan sebagian untuk menjaga minyak. Saya suka minyak. Kami sedang menjaga minyak itu,” ucap Trump.

Baca: Pertama Kalinya, Tentara Suriah Masuki Ladang Minyak Rumailan

Provinsi Deir Ez-Zor sebagian dikontrol oleh pasukan pemerintah Suriah, sementara sebagian lagi dikuasai oleh para pejuang Kurdi yang didukung Amerika. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*