Sumber: harnas.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada November sebesar 0,14 persen secara bulanan dan 3 persen secara tahunan. Inflasi pada November ini, salah satunya didorong oleh harga rokok.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, harga rokok naik secara perlahan dan menyumbang inflasi November 2019. Rokok kretek dan filter tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen. Angka tersebut tidak berubah seperti pada bulan sebelumnya sebesar 0,01 persen.

Baca: BPS: Inflasi November 2019 Capai 0,14 Persen 

“Rokok di lapangan, pada level konsumsi naik pelan-pelan, dan masing-masing juga menyumbang 0,01 persen dan ini terlihat antisipasi dari rencana kenaikan rokok, jadi pelan-pelan sudah baik,” kata Suhariyanto, Senin (2/12).

Suhariyanto menjelaskan, kenaikan harga rokok terus terjadi setiap tahun dan menjadi salah satu penyebab inflasi sejak beberapa bulan lalu. Sumbangan rokok terhadap inflasi terjadi khususnya sejak pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 21 epersen.

Secara rinci, kelompok makaan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi 0,25 persen. Sumbangan inflasi dari kelompok ini sebesar 0,04 persen.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana juga mengatakan, inflasi pada November selain disumbang oleh makanan, juga disumbang oleh kenaikan harga rokok.

“Kenaikan ini adalah antisipasi dari kenaikan cukai rokok pada Januari 2020,” ujarnya.

Dia memprediksi inflasi tahun ini akan berada di kisaran 3,43 persen di bawah target Bank Indonesia, yaitu 3,5 persen sampai 4,5 persen. (sh/bisnis/okezone)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*