Sumber: rri.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada November 2019 mencapai 0,14 persen secara bulanan (month to month) dan 3 persen secara tahunan (year on year).

“Perkembangan harga berbagai komoditas menunjukkan adanya kenaikan. Hasil pantauan BPS di 82 kota inflasi menunjukkan pada November terjadi inflasi 0,14 persen,” Kepala BPS Suhariyanto, Senin (2/12).

Suhariyanto mengatakan, inflasi pada November tercatat naik jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen. Akan tetapi, secara tahunan angka inflasi November lebih rendah dibandingkan Oktober sebesar 3,13 persen.

Baca: Ekonom Prediksi Inflasi November 2019 Sebesar 0,20 Persen

Dia menyampaikan, inflasi November dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,07 persen dengan tingkat inflasi sebesar 0,37 persen.

“Inflasi disumbang oleh daging, tomat, ayam ras dan sayur-sayuran, meski ada deflasi dari cabai merah dan ikan segar,” ucapnya.

Selain itu, inflasi juga disumbang oleh kelompok makan jadi, seperti minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,4 persen dengan inflasi sebesar 0,25 persen. Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen dengan inflasi sebesar 0,03 persen.

“Harga rokok sudah mulai naik pelan-pelan sepertinya pedagang di bawah mulai mengantisipasi kenaikan harga. Sementara perumahan karena andil harga sewa rumah,” ungkapnya.

Dia memperkirakan, dengan melihat tingkat inflasi pada November 2019, target inflasi tahun 2019 akan tercapai

“Dengan melihat angka inflasi ini target inflasi tahun 2019 kami perkirakan tercapai,” ujarnya. (sh/tempo/cnnindonesia/detik)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*