Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Kelautan dan perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan Indonesia hingga saat ini masih sulit untuk menghentikan impor garam.

Edhy mengatakan, produksi garam Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri nasional baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Produksi garam dalam negeri bahkan hanya mampu memenuhi kurang dari setengah kebutuhan nasional.

“Terus terang kalau kebutuhan nasional kebutuhan Indonesia untuk melakukan produksi garam masih sangat baru setengahnya, mungkin kurang dari setengahnya,” kata Edhy, Selasa (5/11).

Baca: Industri Desak Pemerintah Segera Impor Garam

Dia menuturkan, Indonesia bisa melepaskan diri dari jerat impor garam kalau pasokan garam dalam negeri bisa sesuai dengan kebutuhan industri.

“Pada akhirnya impor itu keterpaksaan. Bukan suatu keharusan. Kalau dalam negeri ada, tentunya tidak aka nada serapan (impor),” tuturnya.

Dia menyampaikan, pihaknya saat ini tengah menyusun rencana untuk memastikan data terkait jumlah kebutuhan garam nasional sehingga angkanya bisa disesuaikan dengan produksi di tingkat petani.

Dia mengatakan, KKP bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan akan mencari jalan keluar untuk mengatasi impor garam.

“Akan turun bareng melihat titik-titik sentral garam,” ujarnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*