Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2020 sebesar 4,8 persen. Akan tetapi, menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef), ekonomi Indonesia tahun depan hanya tumbuh di angka 4,8 persen.

Direktur RIset Indef Berly Martawardaya mengatakan, ekonomi Indonesia tidak mencapai target karena ekspor yang melambat. Selain itu, ada faktor jalur transmisi untuk investasi dan permasalahn defisit neraca perdagangan.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diprediksi Tak Akan Capai Target

“Sepertinya kita tidak menikmati kenaikan seperti 5 atau 10 tahun lalu. Biasanya setelah pemilu ada kenaikan investasi, tapi dengan masalah perang dagang dan politik sepertinya sangat sulit buat kita alami tahun depan,” kata Berly di Jakarta, Selasa (26/11).

Dia melanjutkan, ekonomi Indonesia juga akan dipengaruhi oleh konflik dagang antara Jepang dan Korea Selatan. Konflik dagang ini akan berdampak pada laju ekonomi di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Untuk itu, kata dia, dari dalam negeri, pemerintah harus terus menjaga konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 55-57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai uang yang ada dari APBN tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Berdasarkan proyeksi Indef, bukan hanya Indonesia yang pertumbuhan ekonominya akan melambat. Ekonomi AS diprediksi akan terus menurun dari 2,3 persen pada 2019 menjadi 2 persen pada 2020. Kemudian China akan turun dari 6,16 persen pada 2019 menjadi 5,73 persen pada 2020. (sh/cnnindonesia/katadata)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*