Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi perlambatan laju ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari beberapa hal yang menunjukkan perlambatan.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menilai, tanda paling jelas yang bisa menunjukkan perlambatan tersebut adalah menurunnya kinerja ekspor dan impor Indonesia.

“Perlambatan impor menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, begitu juga dengan ekspor,” kata Mirza di Jakarta, Selasa (23/7).

Baca: Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Sulit di Atas 5,3 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi nilai ekspor Juni 2019 sebesar 11,78 miliar dolar AS, turun 20,54 persen dibandingkan bulan Mei 2019 dan turun 8,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan nilai impor Juni 2019 sebesar 11,58 miliar dolar AS, turun 20,7 persen dibandingkan Mei 2019.

Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita menambahkan, melambatnya pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh stagnasi tingkat konsumsi rumah tangga.

Data BPS menunjukkan, pertumbuhan konsumsi pada kuartal I 2019 tercatat sebesar 5,01 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal IV tahun lalu sebesar 5,08 persen.

“Meski lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu, angka tersebut sedikit melambat dari kuartal IV 2018 yang mencapai 5,08 persen,” ujarnya.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu acuan untuk mengukur ekonomi secara keseluruhan. Jika konsumsi melambat, maka akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Akibat sinyal perlambatan tersebut, bank sentral nasional menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini di bawah 5,2 persen. Sebelumnya, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,4 persen. (sh/cnnindonesia/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*