Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteir Pertanian baru Syahrul Yasin Limpo harus meyelesaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Salah satu yang paling utama adalah impor di sektor pertanian yang masih besar.

Volume impor pertanian selama empat tahun periode sebelumnya meningkat 9 juta ton dari 19,4 juta ton pada 2014 menjadi 28,6 juta ton pada 2018. Impor pertanian di sektor tanaman pangan meningkat padahal anggaran yang digunakan untuk mendorong kapasitas produksi merupakan yang terbesar.

Baca: Kemendag akan Revisi Aturan Impor Produk Tekstil

Guru Besar Pertanian IPB Dwi Andreas mengatakan, meskipun anggaranya besar, tapi upaya-upaya yang dilakukan masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

“Padahl anggaran untuk sektor tanaman pangan itu terbesar, subsidi pupuk yang digunakan untuk tanaman pangan seperti besar, misalnya,” kata Dwi, Jumat (25/10).

Menurut Dwi, anggaran yang dikeluarkan pemerintah belum berhasil meningkatkan produksi beras, bahkan masih lebih rendah dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

“Laju pertumbuhan tahunan produksi tanaman padi selama 4 tahun terakhir hanya 0,28 persen, di bawah 17 tahun terakhir yang 1 persen,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional Anton Muslim menyatakan, pemerintah harus bisa menghentikan keran impor yang besar. Dia menuturkan, impor bawang putih bahkan mencapai 90 persen.

“Janji Pilpres tahun lalu kan stop impor pangan, tapi impornya malah kelewatan,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, ada empat komoditas strategis yang masih menjadi PR, yakni gula, kedelai, bawang putih dan populasi sapi.

Dia mengaku sudah membahas permasalahan empat komoditas tersebut dengan Mentan baru setelah acara Serah Terima Jabatan di Kementerian Pertanian pada Jumat (25/10).

“Ke depan, kami sudah diskusi dengan Menteri Pertanian, Pak Syahrul. Kami yakin bisa diselesaikan,” ucapnya. (sh/republika/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*