Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Produk impor tekstil membanjiri pasar Indonesia akibat adanya para importir yang melakukan pelanggaran terhadap akitivitas impor. Padahal, produksi dalam negeri berlebih.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 64/2017 tentang Ketentuan Impor tekstil dan produk tekstil (TPT), ada dua kategori yang diklasifikasikan, yaitu kelompok A dan kelompok B.

Baca: Produk Impor Tekstil Banjiri Pasar, Sri Mulyani: Ada 15 Importir Nakal

Kelompok A merupakan produk TPT yang bisa diproduksi dalam negeri. Untuk melakukan impor pada kelompok A, diperlukan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan persetujuan impor, pengenaan kuota oleh Kemendag, dan laporan dari Surveyor.

Sedangkan kelompok B merupakan produk TPT yang belum bisa diproduksi dalam negeri. Untuk itu, kelompok B tidak membutuhkan rekomendasi, persetujuan impor, dan kuota impor tidak dibatasi, hanya memerlukan laporan surveyor.

Banyak pengusaha tekstil yang harusnya masuk kategori A, justru mengaku sebagai kategori B. Hal ini menyebabkan produk impor tertentu membanjiri pasar.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan merevisi ketentuan mengenai klasifikasi produk TPT. Hal ini dilakukan untuk menjaga produk dalam negeri dari produk impor.

“Itu yang dulu Kelompok B bakal dimasukkan ke Kelompok A jadi mereka tidak bebas, yang tadinya masuk dalam Kelompok B akan di-update melalui revisi Permendag,” kata Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Jumat (4/10). (sh/ekonomi.bisnis/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*