Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Lembaga Moneter Internasional yakni IMF (International Monetary Fund) memproykesi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini di angka 5 persen. Padahal, IMF sebelumnya memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,2 persen.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada 2019 melambat di hampir 90 persen dunia.

“Pada 2019, kami memperkirakan pertumbuhan yang lebih lambat di hampir 90 persen dunia. Ekonomi global sekarang berada dalam perlambatan yang tersinkronkan. Ini berarti bahwa pertumbuhan tahun ini akan turun ke tingkat terendah sejak awal dekade,” kata dia.

Baca: Menko Darmin Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,1 Persen

IMF menilai, perang dagang antara AS dan China menyebabkan ketidakpastian dan menimbulkan tekanan pada kondisi perekonomian. Berdasarkan penelitian IMF, efek kumulatif dari perang dagang dapat mengurangi output produk domestik bruto (PDB) global sebesar 700 miliar dolar AS atau sekitar 0,8 persen pada tahun depan.

Georgieva mengungkapkan, konflik perdagangan dapat menyebabkan perubahan yang berlangsung dalam satu generasi.

“Termasuk membuat rantai pasokan terputus, sektor perdagangan melemah, ‘perselisihan digital’ yang memaksa berbagai negara untuk memilih sistem teknologi,” Uuarnya.

Senada dengan IMF, Ekonom Center for Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di angka 5 persen. Menurutnya, angka ini bisa tercapai apabila didukung dengan pertumbuhan konsumsi domestik.

“”Itu pun didukung masih tumbuhnya konsumsi domestik,” ucapnya. (sh/ekonomi.bisnis/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*