Sumber: akuratnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku masih optimis ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa tumbuh hingga 5,1 persen.

Darmin menerangkan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya didorong oleh ekspor dan investasi saja, seperti beberapa negara tetangga, Malaysia dan Thailand. Indonesia, menurutnya, memiliki kekuatan dalam hal populasinya.

Dia menyebutkan, penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta dapat mendorong konsumsi rumah tangga yang juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Sedangkan populasi di Malaysia dan Thailand tidak sebanyak di Indonesia sehingga mengandalkan ekspor.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi di Angka 5,08 Persen

“Ekonomi kita kan lebih banyak disokong oleh domestik karena ekspor impor kita itu porsinya tidak seperti Malaysia atau Thailand. Porsi ekspornya belum terlalu tinggi, jadi kalau pun kena pengaruh, tidak sebesar negara lain yang kena pengaruh,” terang dia di Jakarta, Senin (14/10).

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah perubahan besar dalam sektor perizinan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aliran investasi ke dalam negeri sehingga membantu mendorong perekonomian.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 ini di angka 5,08 persen. Ekonomi Indonesia, kata dia, akan didorong oleh investasi dan kinerja ekspor dan impor.

“Kita lihat kuartal III dan IV mungkin yang harus kita lihat adalah investasi apakah masih akan tetap di level 5 persen itu, dan juga dinamika ekspor impor,” kata dia.

Terkait sektor konsumsi, dia berharap harga komoditas stabil sehingga deflasi dapat terjadi. Hal ini akan menguatkan indeks kepercayaan konsumen.

Sedangkan terkait ekspor dan impor, dia berharap neraca perdagangan Indonesia bisa membaik. Dia berharap agar penurunan ekspor bisa terus berkurang. (sh/tempo/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*