Riyadh, LiputanIslam. Com—Human Right Watch (HRW) mengatakan bahwa jaksa penuntut Saudi menginginkan hukuman mati terhadap seorang pemikir reformis Islam di Saudi atas sejumlah tuduhan yang belum begitu jelas terkait dengan gagasan keagamaannya.

Pemikir reformis yang dimaksud diketahui bernama Hassan Farhan al-maliki. Ia ditangkap oleh pihak berwenang Arab Saudi pada September 2017 silam. Berdasarkan keterangan di situs HRW pada Sabtu (22/6), sejak penangkapan tersebut Hassan ditahan dan dijatuhi dakwaan pada Oktober 2018.

“Jalan sesungguhnya yang harus ditempuh Arab Saudi untuk melakukan reformasi tergantung pada sejauh mana ia membiarkan para pemikir agama seperti al-Maliki untuk mengekspresikan diri mereka tanpa takut akan ditangkap dan kemungkinan eksekusi,” kata Michael Page, wakil direktur Timur Tengah di Human Rights Watch.

Baca: Teroris Boko Haram Eksekusi 11 Tentara di Danau Chad

Dia menyebut tuntutan yang dijatuhkan kepada al-maliki bertentangan dengan klaim Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman pada Oktober 2017 yang menyebut ingin melakukan reformasi.

Akhir-akhir ini, Arab Saudi telah meningkatkan penangkapan yang bermotif politik, penuntutan, dan penghukuman terhadap penulis, aktivis hak asasi manusia, dan ulama independen.(fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*