Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga komoditas cabai masih terus mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir. Saat ini, harga cabai di tingkat petani saja sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogram (kg).

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto mengatakan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh minimnya produksi cabai di tingkat petani.

Prihasto menjelaskan, kurangnya produksi cabai terjadi karena petani cabai tidak merawat tanaman dan memanen cabai. Menurutnya, petani menjadi malas memanen karena harga cabai sempat jatuh dan membuat harga jual tidak sebanding dengan biaya panen.

Baca: Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu per Kg

“Petani akhirnya tidak merawat dan tidak memanen tanaman cabainya sehingga membuat produksi cabai berkurang,” jelas Prihasto, Senin (5/8).

Dia menuturkan, kebutuhan cabai tetap bahkan meningkat menjelang Idul Adha, akan tetapi barangnya tidak ada karena tanaman cabai berkurang. Hal ini kemudian memicu naiknya harga cabai.

“Kebutuhan tetap, barangnya tidak ada, akhirnya menyebabkan bahan cabai naik,” tuturnya.

Dia menyebutkan, saat ini harga cabai di tingkat petani mencapai Rp 60 ribu per kg. Meski demikian, dia menganggap harga cabai tersebut masih terkendali. Sebab, pada 2017 harga cabai di tingkat petani sempat mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.

Menurut Pengamat ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga cabai dengan menjaga pasokan secara berkelanjutan.

Selain itu, kata Eko, manajemen distribusi harus ditingkatkan, khususnya teknologi penyimpanan cabai agar saat panen berlimpah kondisinya tetap awet dan dapat didistribusikan ketika harga naik. (sh/republika/beritasatu)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*