Sumber: republika.co.id

Cirebon, LiputanIslam.com— Harga garam di tingkat petambak di wilayah Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat anjlok hingga 250 per kg. Untuk garam kualitas satu harganya Rp 300 sampai Rp 350 per kg.

Jatuhnya harga garam ini sangat dirasakan oleh para petani. Sebab, harga garam saat ini tidak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan.

Ilyas, 85, Warga Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, menilai, pemerintah harus segera menetapkan standar harga garam.

Baca: Kemenperin: Impor Garam Sulit Dikurangi

“Minta secepatnya ada standarisasi harga garam,” ucapnya, Jumat (2/8).

Asep, petani garam lainnya, mengatakan, rendahnya harga garam membuat petani tidak merasakan usaha yang mereka lakukan selama ini.

“Kalaupun bisa dijual, enggak sebanding dengan usahanya,” ujar Asep.

Dia menuturkan, saat harga garam mencapai Rp 300 per kg saja, petani sudah merasa kesusahan, apalagi semakin turun hingga Rp 200 per kg.

“Petani sangat terpukul sekali. Harganya sangat anjlok,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Garam (Apgasi) Jawa Barat, M Taufik mengatakan, meski harganya anjlok, tapi tetap saja garam tidak laku dan masih menumpuk.

“Tapi itu pun kalau laku. Kenyataannya sekarang masih menumpuk, belum laku,” kata Taufik, Jumat (2/8).

Dia menyebutkan, petambak garam dengan Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) akan membuat memorandum of understanding (MoU) pada 6 Agustus.

Dia menyampaikan, setelah MoU tersebut dilakukan, AIPGI akan langsung melakukan penyerapan garam petambak. Menurutnya, penyerapan garam ini akan meningkatkan harga jual garam di tingkat petambak.  (sh/medcom/republika)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*