Sumber: tempo.co

Indramayu, LiputanIslam.com— Harga garam di tingkat petambak di Kabupaten Indramayu semakin anjlok hingga di kisaran Rp 150-Rp 200 per kilogram (kg).

Seorang Petambak garam di Kecamatan Losarang mengatakan, anjloknya harga garam sampai Rp 150 per kg belum pernah terjadi sebelumnya.

“Sebelumnya tak perah sampai di harga Rp 150 per kg,” kata dia.

Baca: Indonesia Masih Sulit Hentikan Impor Garam

Pada Juli 2019, harga garam di tingkat petambak berada di kisaran Rp 300-Rp 400 per kg. Kemudian semakin turun pada September di kisaran Rp 270-Rp 300 per kg. Saat ini, harganya sudah di kisaran Rp 150-Rp 200 per kg.

Dalam hal ini, petani dan pengepul garam meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menetapkan harga pokok penjualan garam.

Seorang pengepul garam, Jamaludin menyampaikan, jika ada ketentuan harga garam, petani dan pengepul garam bisa mengetahui keuntungan yang diperoleh dari penjualan garam.

“Kalau ada harga standar kami juga para petani bisa tahu keuntungan penjualan garam, untung atau tidak. Tapi ini kan tidak tahu,” ujarnya, Minggu (1/12).

Dia berharap, pemerintah bsia segera mengatasi persoalan harga garam sehingga petani tidak mengalami kerugian.

“Harapan kami satu, makmurkan petani garam dengan menstabilkan harga,” tuturnya. (sh/tribunnews/ayobandung)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*