Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga cabai di sejumlah pasar tradisional terpantau semakin melambung tinggi. Kenaikan harga cabai saat ini menyentuh angka Rp 75 ribu per kilogram (kg). Harga cabai hingga saat ini belum mengalami penurunan.

Tingginya harga cabai ini berdampak pada pengusaha rumah makan atau kuliner. Founder dan CEO Rendang Restu Mande, Nenden Rospiani mengaku terpaksa harus menaikkan harga jugal produk masakan miliknya karena harga cabai yang tinggi.

Baca: Pasokan Turun, Harga Cabai Merangkak Naik

Nenden mengatakan, kenaikan cabai sudah berlangsung lama, jadi mau tidak mau harus menyesuaikan dengan biaya produksi.

“Ini kan naiknya sudah lama, jadi mau nggak mau kita juga menyesuaikan dengan biaya produksi,” kata dia, Kamis (11/7).

Dia menyampaikan, tingginya harga cabai membuatnya menaikkan tiap jenis produk yang berbahan baku cabai segar sebesar Rp 5.000 per kemasan. Kenaikan tersebut dia lakukan sejak pekan lalu.

Dia menuturkan, apabila harga cabai sudah mulai stabil, biasanya dia tidak menurunkan kembali produknya.

“Kami produk kemasan, jadi kalaupun harga (cabai) stabil, harga di kami nggak mungkin turun lagi. Di sisi lain juga, kenaikan harga itu sudah kami perhitungkan kalau-kalau nanti ada kenaikan harga bahan pokok lainnya nanti,” tuturnya.

Morin, pengusaha rumah makan lainnya, mengaku bingung karena harus menjaga kualitas rasa produk makanan miliknya saat harga cabai mahal.

“Kalau harga cabai mahal, bingung jugalah,” ucapnya.

Morin mengatakan, untuk menyiasati harga cabai yang mahal, dia mencari menu lain yang tidak menggunakan banyak cabai sebagai bahan bakunya.

“Jadi saya masak menu yang menggunakan sedikit cabai seperti rendang, semur, atau gulai,” ujarnya. (sh/tribunnews/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*