Sumber: pesantrentibbilqulub.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Budayawan sekaligus Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan bahwa para ulama kita dahulu memiliki ketahanan budaya yang kuat. Mereka belajar ke Timur Tengah seperti Mekkah, Baghdad, Kairo selama bertahun-tahun, namun ketika pulang ke tanah air tetap dengan budaya dan tradisi nusantara.

“Para ulama nusantara itu memiliki mekanisme pemertahanan diri. Ulama punya self defense mechanism,” katanya saat Picknikustik Komunitas Musisi Mengaji di Medco, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

para ulama-ulama dulu percaya diri dengan kebudayaannya. Meski bertahun-tahun menimbah ilmu di Timur Tengah, tak lantas mereka menjadi Arab. “Begitu pulang gak jadi orang Arab,” ujarnya.

Namun anehnya sekarang, justru ada orang yang gemar kearab-araban usai pulang dari Timur Tengah. Menurut Zastrouw, perilaku orang seperti itu tanda sudah mengalami kebangkrutan budaya sehingga tidak lagi percaya diri dengan kebudayaan asalnya.

Baca: Rektor UNEJ Upayakan Langkah Deradikalisasi di Kampus

“Mengalami kebangkrutan budaya. Ben (biar) dikira saleh, biar dikiria Islam niru Arab,” ujarnya. (aw/NU).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*