Sumber: liputan6.com

Malang, LiputanIslam.com— Perum Bulog akan mengeluarkan 600 ribu ton beras medium untuk keperluan operasi pasar yang akan digelar di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, operasi pasar ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras medium di pasar hingga akhir tahun nanti.

“Target penyaluran beras operasi pasar 1 juta ton. Ini baru 340 ribu ton. Jadi, masih ada sekitar 600 ribu ton lagi yang harus kami gelontorkan,” kata dia di Malang, Jumat (4/10).

Baca: Bulog Sebut Stok Beras Aman hingga Tahun Depan

Tri Wahyudi menuturkan, Bulog akan menggelontorkan setidaknya 3.000-5.000 ton beras per hari. Hal ini sesuai dengan permintaan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“Pak Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) meminta 5 ribu ton per hari, saat ini masih 3 ribu. Nanti setelah Oktober kemungkinan di atas 5 ribu ton per hari,” tuturnya.

Dia menerangkan, saat ini stok beras medium mencapai 2,3 juta ton. Stok tersebut aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional hingga musim panen nanti.

“Panen diperkirakan Maret-April 2020. Jadi yang perlu diantisipasi adalah November dan Desember 2019, dan Januari, Februari 2020 karena harga pasti tinggi,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya operasi pasar ini, beras di pasaran bisa turun di bawah harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 9.450 per kilogram (kg) untuk untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Rp 9.950 per kg untuk Kalimantan dan Rp 10.250 per kg untuk Maluku.

“Akan kami gelontorkan, targetnya turun di bawah HET. Dalam dua minggu ke depan kami akan operasi pasar terus,” ucapnya. (sh/antaranews/cnnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*