Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Untuk menanggapi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada acara Hari Guru Nasional (HGN) yang mengajak guru melakukan perubahan di ruang kelas, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan perubahan dari guru saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan perombakan payung hukum yang dikeluarkan Kemendikbud.

“Kami sebagai pengurus FSGI berharap Pak Menteri mengeluarkan regulasi dan perubahan untuk menuju perubahan itu. Sehingga perubahan itu bisa dari atas ke bawah dan bawah menuju ke atas,” kata dia di Jakarta, Minggu (24/11).

Ia menambahkan, selama ini guru terbelenggu dengan aturan administrasi sehingga sulit mengenali potensi siswa yang berbeda-beda. Ia mengakui bahwa selama ini memang tugas administrasi cukup menyita waktu mereka.

Contohnya, kata dia, dalam pembuatan perencanaan pembelajaran beserta evaluasi, yang mana dinilai cukup tebal.

“Waktu guru tersita, sehingga sulit mengenali potensi anak didiknya,” kata dia.

“Tugas kementerian dalam menyinkronkan pemerintah daerah dan pusat, karena bagaimana pun guru patuh pada atasan mereka, yang mana adalah kepala daerah,” kata dia.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim: Perubahan Berawal dari Guru Kelas

Sementara, Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan para guru menghadapi tantangan berat dalam menjalankan arahan Mendikbud agar guru bebas dari urusan administrasi.

“Tantangan terberat bagi guru dalam menjalankan arahan Mendikbud, karena mereka menghadapi atasan mereka yang sayangnya bukan Mas Menteri melainkan kepala daerah,” ujar Indra di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan para guru sulit menolak jika kepala dinas pendidikan atau kepala daerah, meminta agar mengisi dokumen. Hal itu semakin sulit dalam menjalankan arahan dari Mendikbud. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*