Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengajak para guru untuk melakukan perubahan dimulai dari ruang kelas.

“Perubahan tidak dapat dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama,” ujar dia dalam pidato pada peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, Senin (25/11).

Nadiem berpesan kepada guru agar melakukan perubahan kecil di kelas, yang dimulai dari mengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Nadiem menegaskan tidak membuat janji-janji, melainkan akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Tanah Air.

Baca juga: Terkait Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Nasdem Sarankan Libatkan Masyarakat

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mendorong agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menempatkan guru pada posisi terhormat.

“Kami juga menangkap keinginan Nadiem Makarim untuk menempatkan guru pada posisi terhormat, dan karena itu IGI mendorong agar Menteri Nadiem Makarim memastikan guru-guru yang mengisi ruang kelas adalah guru-guru yang memiliki status yang jelas,” ucap Ramli di Jakarta, Minggu (24/11).

Guru-guru yang mengisi ruang kelas hendaknya memiliki masa depan yang jelas dan memiliki pendapatan yang tidak berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Ramli juga meminta Mendikbud mampu membebaskan guru dari keterhinaan dengan pendapatan yang bahkan jauh lebih rendah dari buruh bangunan. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*