Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Indef Faisal Basri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 jatuh di angka 4,9 persen. Hal ini dipicu oleh kondisi global yang melambat di berbagai negara.

“Tahun depan saya perkirakan turun menjadi 4,9 persen,” ujar Faisal di Jakarta, Rabu (21/11).

Faisal menilai, Indonesia terlalu superior jika tahun depan ekonominya tumbuh di atas 5 persen. Sebab, hampir semua negara mengalami penurunan.

Baca: BPS Sebut Kinerja Ekspor RI Sulit Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Hampir semua negara turun kita naik. Apa istimewanya kita? Tidak ada juga tuh,” kata dia.

Sementara itu, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan hanya di angka 5 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan prediksi IMF dan World Bank yang memproyeksikan ekonomi Indonesia di angka 5,1 persen.

Menurut OECD, kinerja ekspor RI pada tahun depan akan tertekan oleh pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Akan tetapi, kinerja ekspor RI masih bisa tumbuh 2,5 persen didukung oleh tingginya permintaan dari negara selain China.

OECD menyampaikan, jika kondisi global terus negatif pada tahun depan, ekspor Indonesia akan semakin tertekan karena harga komoditas ekspor yang juga tertekan.

OECD menilai, ekonomi Indonesia pada tahun depan akan didorong oleh peningkata tenaga kerja, ekspansi bantua sosial, dan penurunan suku bunga yang memacu pertumbuhan konsumsi domestik.  (sh/tempo/bisnis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*