Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai kinerja ekspor Indonesia saat ini sulit diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Melihat situasi perekonomian global, kalau kita mau memacu ekspor nampaknya berat. Jadi kita harus berupaya memanfaatkan potensi domestik,” kata Suhariyanto, Jakarta, Jumat (15/11).

BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia hingga Oktober 2019 mencapai 14,93 miliar dolar AS, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Akan tetapi, jika dibandingkan Oktober 2018 turun sampai 6,13 persen. Bahkan, kinerja ekspor Indonesia pada oktober 2019 merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir.

Baca: Mendag Ungkap Penyebab Kinerja Ekspor RI Turun

Suhariyanto memprediksi, ekspor Indonesia pada periode November dan Desember akan menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Prediksi tersebut berdasarkan pola ekspor pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jika dilihat dari irama dua bulan terakhir 2018, ekspor akan turun terutama Desember,” ucapnya.

Dia menyarankan, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat agar kondisi ekonomi Indonesia bisa tumbuh positif. Sebab, jika daya beli masyarakat turun, pertumbuhan ekonomi bisa terus melemah.

Data BPS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 hanya 5,02 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam dua tahun terakhir.

“Kita harus ekstra hati-hati karena sangat mudah tergelincir hingga ke bawah 5 persen. Banyak hal yang harus diperbaiki,” kata dia.

Selain itu, pemerintah bisa memaksimalkan belanja pemerintah karena dari tahun ke tahun belanja kementerian lembaga akan naik signifikan pada kuartal IV setiap tahunnya.

“Paling itu yang bisa dilakukan di sisa dua bulan terakhir. Karena kalau ekspor dan investasi memang sudah agak berat,” ujarnya. (sh/ republika/katadata)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*