Sumber: Presstv

Ankara,LiputanIslam.com—Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah menyetujui permintaan Donald Trump untuk menghentikan operasi militernya terhadap milisi Kurdi di Suriah untuk sementara waktu. Berdasarkan kesepakatan, Turki memberikan waktu 120 jam (lima hari) bagi kelompok milisi Kurdi untuk meninggalkan zona yang telah ditentukan. Penghentian operasi militer akan berakhir pada Selasa (22/10) hari ini.

Sebelumnya, Presiden Erdogan dilaporkan telah menemui rekan Rusianya, Vladimir Putin, untuk membahas persoalan Suriah. Pertemuan antara kedua pemimpin negara ini berlangsung di Sochi, Rusia.

Kepada TRT World di Istambul pada Senin (21/10) kemarin, Erdogan menyebut langkah selanjutnya terkait Suriah akan ditentukan usai dirinya bertemu Putin.

Baca: Pompeo, Jika Diperlukan Trump Akan Lancarkan Serangan Militer Skala Penuh Melawan Turki

Militer Turki telah melancarkan operasi militer terhadap para pejuang Kurdi di Suriah sejak 9 Oktober lalu. Turki ingin mensterilkan wilayah perbatasannya dengan Suriah dari para pejuang Kurdi yang dianggap memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Turki. Di Turki, PKK merupakan partai pemberontak yang telah mendeklarasikan diri menentang pemerintah Turki. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*