Sumber: fin.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Universitas Indonesia (UI) Nina Sapti mengatakan inflasi pada Oktober 2019 tetap harus diwaspadai. Sebab, jika inflasi terlalu rendah bisa mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Oktober 2019 sebesar 0,02 persen secara bulanan (month to month) dan 3,13 persen secara tahunan (year on year).

Menurut Nina, Inflasi Oktober yang rendah bisa menunjukkan daya beli yang menurun dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Baca: Bahan Makanan dan Rokok Picu Inflasi Oktober 2019 0,02 Persen

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terdorong.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi Oktober 2019 menunjukkan inflasi yang rendah dan terkendali. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat terjaga dan harga yang relatif stabil.

“Tapi intinya menunjukkan inflasi rendah dan terkendali. Dan ini mendukung terjaganya daya beli masyarakat dengan harga-harga yang terkendali ini,” ujar Perry.

Perry optimis, inflasi hingga akhir tahun ini akan terjaga dan berada dalam sasaran 3,5 persen plus minus 1 persen.

“Mengonfirmasi perkiraan Bank Indonesia pada akhir tahun ini Insya Allah inflasi akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen,” ucapnya. (sh/cnbcindonesia/kompas)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*