Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Oktober 2019 sebesar 0,02 persen. Angka tersebut naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,27 persen.

Akan tetapi, angka tersebut lebih rendah Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,28 persen. Adapun Inflasi tahun berjalan (ytd) sebesar 2,22 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,13 persen.

Baca: Harga Ayam dan Rokok Sumbang Inflasi 0,08 Persen

“Jadi kalau kita lihat harga komoditas oktober 2019 secara umum mengalami kenaikan tapi tipis sekali,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (1/11).

Suhariyanto mengatakan, inflasi Oktober 2019 disebabkan oleh kelompok bahan makanan, rokok, dan tembakau yang andil sebesar 0,08 persen.

“Komoditas yang dominan naik adalah nasi dan lauk pauk, rokok filter dan rokok putih sumbang 0,01 persen ke inflasi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dari 82 kota di Indonesia, 43 kota mengalami inflasi sementara 39 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen dan inflasi terendah terjadi di wilayah Pematangsiantar, Tual, dan Ternate sebeesar 0,01 persen.

“Ada dua komoditas di Manado salah satunya cabai rawit. Dua komoditas pada bulan ini inflasi tertinggi ada di Manado,” ucapnya. (sh/cnbcindonesia/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*