Sumber: Reuters

Tehran,LiputanIslam.com—Seorang pakar studi Amerika dan literasi pascakolonial yang mengajar di Universitas Tehran, Mohammad Marandi, berkomentar bahwa penolakan Jerman untuk bergabung dengan koalisi angkatan laut AS di Selat Hormuz merupakan salah satu bukti hilangnya pengaruh bangsa-bangsa asing di wilayah itu.

“Menurutku, ini adalah tanda menurunnya pengaruh AS,” ucap Marandi kepada Sputnik, Senin (5/8).

“Inggris, tentu saja, bukanlah kekuatan angkatan laut yang penting. Inggris tak memiliki hal penting yang akan dijadikan pertimbangan oleh Iran. Tapi, di bawah kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump, Amerika telah kehilangan pengaruh yang besar.” Tambahnya.

“Itu tidak berarti ketika di bawah kepemimpinan Obama, AS tidak memiliki pengaruh penting di Teluk Persia. Pola kebijakan pemerintah AS dulu dan kini memiliki kemiripan. Namun karena karakter Trump dan caranya menyikapi persoalan-persoalan luar negeri telah menyebabkan AS terisolasi. Akhirnya, negara-negara lain pun waspada untuk menjalin kerjasama dengan AS,” Jelas Marandi.

Baca: Inggris Putuskan Bergabung dengan Koalisi Anti-Iran di Teluk

Pada Senin kemarin, Menlu Jerman, Heiko Maas, menekankan bahwa Jerman tidak akan bergabung dengan koalisi angkatan laut AS. Keputusan ini menyisakan Inggris sebagai satu-satunya negara yang setuju bergabung dengan AS. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*