Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, upaya pemerintah dalam menggali sumber pendapatan negara masih belum optimal sehingga defisit anggaran sepanjang semester I 2019 melebar.

Pada semester I 2019, pendapatan negara baru sebesar Rp 898,8 triliun atau 41,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya itu, pada tahun ini, hampir seluruh pos pendapatan negara tercatat mengalami penurunan.

Baca: Pendapatan Negara Baru 41,5 Persen dari Target APBN

Menurut Enny, upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan masih rendah. Hal ini bisa dilihat dari penerimaan perpajakan yang baru sebesar Rp 688,9 triliun atau 38,6 persen dari target.

“Kita sudah pernah melakukan tax amnesty. Seharusnya program itu bisa membantu pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan lewat basis data, terutama dari data Wajib Pajak Badan karena dia menjadi kontributor terbesar,” kata dia, Selasa (16/7).

Dia menilai, rendahnya penerimaan negara merupakan akibat dari pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan. Hal ini kemudian membuat penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang menjadi indikator konsumsi dalam negeri melemah.

Menurut dia, pemerintah jangan selalu menyalahkan kondisi eksternal atas lemahnya kinerja pendapatan dan belanja negara. Pemerintah harus mampu mencari solusi yang tepat bagi masalah yang saat ini terjadi di Indonesia. (republika/detik/cnbcindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*