Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebutkan adanya permainan dalam penyediaan pangan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk orang miskin.

Dia mengaku sudah punya bukti terkait penyimpangan beras tersebut. Dia mengatakan, hal itu dilakukan oleh distributor atau penyedia beras di luar Bulog yang menyerahkan beras kualitas jelek dan kuantitas sedikit.

“Dia (pemain beras) tidak melihat ini untuk saudaranya tidak mampu, dia pikir ini proyek. Ini akan dibuktikan secara keseluruhannya oleh satgas pangan. dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/9).

Baca: Harga Beras Terpantau Stabil

Buwas menyampaikan, penyimpangan beras untuk orang miskin ini mencapai Rp 5 triliun. Oknum yang melakukan penyimpangan ini memanipulasi kualitas hingga volume bantuan pangan.

“Ada preman-preman, BPNT ini dianggap proyek. Seharusnya terima (beras) 10 kilogram, sekarang harga 7 Kg. Disunat. Berasnya dibilang premium, padahal medium, apalagi ada beras yang sangat jelek dan bau,” kata dia.

Dia menuturkan, Bulog telah ditugaskan oleh Kemensos untuk menyediakan 100 persen beras untuk BPNT. Akan tetapi, belum semua penyalur mengikuti Surat Edaran Kemensos bahwa BPNT harus menggunakan beras Bulog.

Menurutnya, penyediaan beras BPNT melalui Bulog mendapat perlawanan dari pemain beras. Dia mengungkapkan, ada pihak yang terusik dengan peran Bulog dalam penyaluran BPNT. Sebab, potensi penyimpangan beras bernilai triliunan rupiah.

“Jadi kita harus lawan, karena korbannya saudara-saudara kita yang tidak mampu,” ungkapnya. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*