Sumber: icc-jakarta.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) saat ini sedang menggarap buku putih moderasi beragama. Peneliti Badan Litbang Kemenag sekaligus anggota tim penulis Buku Putih Moderasi Beragama, Abdul Jamil Wahab mengatakan bahwa konten dan tujuan buku tersebut berlaku untuk semua agama.

“Kontennya semua agama. Perlu mengikat agama lain karena konteksnya saat ini dihadapi semua agama,” katanya di Jakarta pada Selasa (30/7).

Jamil menjelaskan, ada beberapa ketentuan yang mengikat semua agama dalam moderasi beragama. Di antaranya, setia pada konsep para pendiri bangsa, yaitu empat pilar komitmen kebangsaan. Bersikap toleran terhadap perbedaan agama dan keyakinan, dan menerima multikulturalisme dengan menghormati budaya. Selain itu, agar menyelesaikan konflik keagamaan dengan cara damai dan bukan kekerasan.

“Ada sebagian masyarakat yang memiliki sikap-sikap, di antaranya membenturkan agama dengan konsep bernegara. Selain itu, ada pula masyarakat yang memiliki sikap intoleran terhadap pemahaman keagamaan lain, baik intern agama maupun antar umat beragama.,” ucapnya.

Proses penyusunan buku moderasi beragama juga melibatkan banyak pihak, termasuk perwakilan dari berbagai agama di Indonesia. Saat ini, buku tersebut sudah mencapai tahap akhir penyelesaian. “Saat ini, buku tersebut sudah mencapai tahap edit akhir dan finishing. Sebelumnya sudah uji sahih kedua, di mana Menag Lukman Hakim Saifudin terlibat dari awal sampai akhir acara,” tambahnya.

Baca: Radikalisme Menguat, Moderasi Beragama Harus Diwujudkan

sementara Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) juga mengaku mendukung sepenuhnya program pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Moderasi beragama dinilai cara yang tepat untuk merawat dan menjaga Indonesia yang beragam ini. (aw/republika/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*