Sumber: uns.ac.id

Surakarta, LiputanIslam.com– Rektor Universitas  Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jawa Tengah, Prof Jamal Wiwoho mengatakan bahwa budaya merupakan sarana yang efektif dalam upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya paham radikal (radikalisme). Telah banyak hal yang dilakukan UNS dalam menjaga dan melestarikan budaya. Bahkan UNS dijuluki sebagai kampus banteng Pancasila.

Demikian hal itu disampaikan Prof Jamal acara Seminar Nasional yang bertajuk “Upaya Menangkal Radikalisme melalui Pendekatan Budaya” di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Surakarta, Jawa Tengah, seperti dilansir uns.ac.id pada Minggu (28/7).

“UNS sudah memproklamirkan diri sebagai Kampus Benteng Pancasila. Maka dalam kesehariannya, UNS mengutamakan musyawarah dan berupaya menangkal radikalisme. Dan budaya adalah cara yang sangat efektif untuk melakukan itu,” ucapnya.

Sementara Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Kharis menyampaikan bahwa Indonesia memiliki seni dan budaya yang kaya. Bahkan budaya-budaya yang hidup di wilayah nusantara memiliki nilai dan sarat makna akan perdamaian dan kemanusiaan. Misalnya, gotong royong, permainan tradisional, kentongan, dan yang lainnya.

Baca: Rektor UIN Semarang: Tidak Ada Ruang Bagi Radikalisme

“Budaya kita lebih dari cukup untuk menangkal radikalisme bahkan terorisme. Di era kemajuan informasi teknologi saat ini, kita dituntut untuk menemukan alternatif solusi di luar itu, di situlah solusi budaya berperan. Listrik bisa mati, kalau provider eror komunikasi via ponsel bisa berhenti. Tapi budaya kentongan dapat menjadi strategi keamanan alternatif dalam kondisi darurat tanpa gangguan provider dan listrik,” tandasnya. (aw/uns).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*