Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia pada September lalu mengalami penurunan sebesar 1,29 persen dari 14.281,7 juta dolar AS menjadi 14.097,7 juta dolar AS.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kinerja ekspor turun karena Indonesia terlambat membuka diri dengan negara lain melalui perjanjian perdagangan bebas. Dalam hal ini, Indonesia kalah dari Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Baca: Tren Ekspor Produk Pertanian Banten Meningkat

“Kita ekspor ke negara tertentu dikenakan tariff lebih mahal dibaningkan negara yang sudah ada perjanjiannya,” kata Enggar, Rabu (16/10).

Enggar menerangkan, pemerintah mulai gencar merundingkan perjanjian perdagangan bebas baik bilateral maupun multilateral sejak tiga tahun yang lalu.

Dia berharap, perjanjian perdagangan tersebut dapat berlaku pada 2020-2021. Di antara perjanjian tersebut adalah Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Regional  Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dan Indonesia-Taiwan Preferential Trade Agreement (PTA).

Dia menyampaikan, jika perjanjian tersebut sudah berlaku, Indonesia akan mulai merasakan dampaknya.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa peraturan yang menghambat berlangsungnya aktivitas ekspor. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah merevisi 72 undang-undang melalui skema omnibus law, dan undang-undang terkait perizinan perdgangan.  (sh/cnnindonesia/wartaekonomi)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*