Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai, ekonomi Indonesia pada 2019 sulit tumbuh di atas 5,3 persen.

Bambang mengaku telah melakukan diagnose terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, yang menjadi penghambat pertumbuhan adalah regulasi dan institusi.

“Ternyata faktor pertama dalam ekonomi Indonesia yang menghambat pertumbuhan adalah masalah regulasi dan institusi,” kata dia, Selasa (9/7).

Baca: Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Semester Pertama 5,1 Persen

Bambang berpendapat, faktor regulasi menunjukkan birokrasi pemerintahan masih belum cukup handal dalam memudahkan investasi dan memperlancar sektor perdagangan. Sedangkan pada faktor kedua, masih banyak regulasi yang membuat pelayanan menjadi lambat.

“Sebenarnya ini masalah yang sudah berulang, cuma tadi ingin ditegaskan bahwa mengatasi masalah regulasi dan institusi sangat penting, terbukti dia adalah faktor yang paling menghambat faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pemerintah akan terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi pada tahun depan bisa meningkat. Sebab, pemerintah menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen untuk skenario paling dasar dalam RPJMN 2020. Sedangkan target untuk skenario moderat sebesar 5,6 persen per tahun dan skenario optimis sebesar 6 persen per tahun.

Menurut dia, untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus melakukan sejumlah terobosan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. (sh/cnnindonesia/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*