Sumber: sulawesi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memprediksi tingkat inflasi di Manado cenderung tinggi pada November 2019. Kecenderungan tingginya inflasi ini dilihat dari perkembangan inflasi di Manado hingga Oktober 2019.

“Menilik perkembangan inflasi hingga bulan Oktober, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara memperkirakan bahwa tekanan inflasi pada bulan November 2019 cenderung tinggi,” kata Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat, Sabtu (2/11).

Baca: Bahan Manakan dan Rokok Picu Inflasi Oktober 0,02 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statisti (BPS), inflasi di Manado pada Oktober 2019 merupakan yang tertinggi, yakni sebesar 1,22 persen. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dari laju inflasi nasional yang hanya mencapai 0,02 persen.

BPS mencatat, tingkat inflasi yang tinggi di Manado terjadi karena kenaikan harga komoditas, yakni tomat dan cabe rawit. Dua komoditas ini merupakan komoditas yang penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Sementara itu, Inflasi di Manado pada November 2019 diperkirakan akan dipicu oleh kelanjutan harga komoditas yang mengalami kenaikan.

Dalam hal ini, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan melakukan upaya pengendalian inflasi di Sulawesi Utara, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Upaya pengendalian inflasi akan dilakukan melalui penguatan koordinasi terkait ketersediaan pasoka, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (sh/antaranews/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*