ekor pesawat AirAsia QZ8501 (foto:AFP)

ekor pesawat AirAsia QZ8501 (foto:AFP)

Jakarta, LiputanIslam.com–Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko, berharap pemerintah melanjutkan proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 meskipun black box telah ditemukan. Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsdya Bambang Soelistyo memberikan isyarat tentang penghentian proses evakuasi korban AirAsia QZ8501.

“Dalam 3-4 hari ini akan kita sampaikan keputusan kita atas pencarian AirAsia. ita usulkan dua opsi, pertama operasi harian dibantu oleh kekuatan asing dan kedua dibantu TNI atau TNI yang melanjutkan. Saya akan lihat perkembangan. Yang penting bagi kami Basarnas bisa membantu keluarga menemukan korban,” jelas Soelistyo (13/1).

Soelistyo mengakui, tidak mudah mencari korban yang sudah di dalam air ketimbang daratan. Bahkan, dirinya pesimis 162 korban AirAsia akan ditemukan semua.

“Dalam UU ditetapkan 7 hari kemudian diperpanjang 7 hari dan terus kami perpanjang hingga ke 17 dan saya sampaikan pencarian ini bukan tidak ada akhirnya, karena saya hari ini bertemu keluarga untuk menyampaikan ini,” ungkapnya.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko‎, mengakui bahwa batas waktu pencarian korban dalam suatu bencana atau kecelakaan umumnya tujuh hari sejak kejadian.(Baca: Berapa Biaya Evakuasi Air Asia?)

“Kami masih sangat berharap pemerintah bisa membantu menemukan semua korban. Operasi. pencarian korban secara umum memang dilakukan hingga tujuh hari setelah kecelakaan, namun prinsipnya bisa diperpanjang sesuai kebutuha. Saat ini baru sebagian kecil korban yang bisa ditemukan,” ujar Sunu, seperti dikutip Detikcom, Rabu (14/1/2015). (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*