Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat perdagangan Senin (7/10) melemah sebesar 0,18 persen ke posisi Rp 14.163 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah pada awal pekan ini memutus pergerakan rupiah yang menguat selama tiga hari berturut-turut. Dalam periode tersebut, penguatan rupiah mencapai 53 persen.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah masih bisa stagnan di posisi Rp 14.130 per dolar AS. Akan tetapi, rupiah kemudian mengalami pelemahan dan bertahan di posisi tersebut.

Baca: Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.138 per Dolar AS

Pada perdagangan hari ini, pelemahan tidak hanya terjadi pada mata uang garuda. Hampir seluruh mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Satu-satunya yang berhasil terapresiasi adalah yen Jepang.

Dalam hal ini, won Korea Selatan menjadi mata uang yang terlemah di Asia. Kemudian disusul oleh yuan China dan peso Filipina.

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh kecenderungan pelaku pasar yang masih berhati-hati. Sebab, cadangan devisa Indonesia pada September 2019 tergerus cukup dalam.

Pelemahan rupiah juga terjadi karena sentimen perang dagang antara AS dan China. Dalam hal ini, terjadi ketidakpastian pembicaraan antara kedua pihak.

Selain itu, muncul esklasi perdagangan baru antara AS dan Eropa. Hal ini terkait dengan rencana AS untuk mengenakan tarif impor baru terhadap barang dari Eropa sebesar 25 persen pada 18 Oktober 2019. (sh/kontan/cnbcnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*