Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (4/10) menguat sebesar 0,24 persen dari posisi Rp 14.172 per dolar AS ke posisi Rp 14.123 AS.

Sedangkan menurut kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah menguat ke posisi Rp 14.193 per dolar AS.

Menurut versi pertama, rupiah dalam sepekan ini telah menguat sebesar 0,25 persen. Sedangkan, menurut BI, rupiah dalam sepekan menguat 0,44 persen.

Baca: Sempat Menguat, Rupiah kembali Melemah Terhadap Dolar AS

Pada akhir pekan ini, pergerakan rupiah didominasi oleh faktor eksternal. Rupiah diprediksi akan melanjutkan penguatan di kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.200 AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah terapresiasi karena pelaku pasar yang pesimis terhadap ekonomi AS. Mereka juga khawatir jika ekonomi AS mengalami resesi.

Kondisi ekonomi AS saat ini tengah lesu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni data Institute for Supply Management menunjukkan AS berada di angka 47,8 pada September 2019. Data tersebut merupakan yang terendah dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, indeks jasa AS pada Septembre 2019 di angka 52,6. Angka ini turun dibandingkan Agustus sebesar 56,4.

Terakhir, laporan ketenagakerjaan nasional versi Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan bahwa perusahaan swasta hanya menambah 135 ribu pekerjaan pada September 2019. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus sebanyak 157 ribu pekerjaan.

Selain kondisi ekonomi AS, sentimen juga datang dari perang dagang antara AS dan China. Pelaku pasar tengah mengantisipasi perkembangan perang dagang menjelang pertemuan pada bulan ini.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa delegasi China akan datang di Washington DC pada pekan depan,” ujarnya. (sh/kontan/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*