Washington,LiputanIslam.com—Kepala staf kepresidenan Iran bidang komunikasi, Parviz Esmaeili, melaporkan pada Minggu (22/9) kemarin, terkait penolakan Amerika Serikat untuk memberikan visa pada sejumlah pejabat Iran yang dijadwalkan akan menemani Presiden Iran, Hassan Rouhani, dan Menlu M. Javad Zarif, menghadiri Sidang Umum PBB di New York.

Selain itu, ia juga menyebut, Presiden Iran akan menemui Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di sela-sela berlangsungnya persidangan.

“Penolakan AS untuk memberikan visa bagi para diplomat, wakil kepala staf, dan anggota pers bertentangan dengan kewajiban diplomatik yang harus dipenuhi oleh AS sebagai anggota PBB dan sebagai tuan rumah,” ucap Esmaeili kepada stasiun televisi Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat sempat diisukan tidak memberikan visa bagi delegasi Iran, Presiden Hassan Rouhani dan Menlu M. Javad Zarif untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi PBB di New York. Namun, Trump mengubah keputusannya dan memberikan visa hanya untuk dua petinggi negara Iran tersebut.

“Jika itu terserah saya, saya akan membiarkan mereka datang,” ujar Trump.

Baca: Dapat Visa dari AS, Presiden dan Menlu Iran akan Hadiri Sidang PBB

Ketegangan Iran-AS terjadi usai Donald Trump menarik negaranya keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA. Langkah ini kemudian diikuti dengan serangkaian sanksi AS terhadap Republik Islam. Pada Mei dan Juni lalu, Washington menuduh Iran atas serangkaian serangan terhadap kapal tanker di Teluk Oman dan fasilitas minyak Saudi, Aramco. Iran telah menepis tuduhan itu dan meminta AS agar membuktikan tuduhan tersebut. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*