Tehran,LiputanIslam.com—Seorang analis senior asal Italia mengatakan sanksi baru AS terhadap Iran menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump sedang mencoba untuk menenangkan sekutu Washington di wilayah tersebut setelah ia membatalkan rencana untuk menyerang Iran pasca ditembak jatuhnya pesawat nirawak mata-mata AS oleh IRGC di wilayah perairan teritorial Iran.

“Saya pikir ini langkah yang sangat tidak bijaksana. Trump harus membangun kembali kredibilitasnya di depan para sekutu Timur Tengah dan memberikan kesan bahwa ia keras terhadap Iran. Langkah ini ditujukan kepada pihak-pihak yang mengira dibatalkankannya serangan AS minggu lalu sebagai tanda kelemahan yang berbahaya, ” ucap Riccardo Alcaro, seorang rekan senior dari Program Transatlantik dari Istituto Affari Internazionali (IAI), kepada portal berita Tasnim pada Selasa (25/6).

Riccardo Alcaro adalah seorang ahli dalam hubungan politik dan keamanan transatlantik yang fokus pada kerja sama AS-Eropa di beberapa wilayah, termasuk Timur Tengah, Afrika Utara, Iran, Teluk Persia, Sahel, Eropa Timur, dan Rusia.

Baca: Survei, Kurang dari 25% Rakyat Amerika Inginkan Perang dengan Iran

Berikut ini adalah teks lengkap wawancara jurnalis Tasnim kepada Riccardo Alcaro:

Jurnalis: Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengumumkan sanksi baru terhadap Iran sebagai bagian dari tekanannya terhadap Republik Islam. Mereka menargetkan kantor Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menteri luar negeri Iran dan komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Apa pendapat Anda tentang hal ini?

Alcaro: Saya pikir ini langkah yang sangat tidak bijaksana. Trump harus membangun kembali kredibilitasnya di depan para sekutu Timur Tengah dan memberikan kesan bahwa ia keras terhadap Iran. Langkah ini ditujukan kepada pihak-pihak yang mengira dibatalkankannya serangan AS minggu lalu sebagai tanda kelemahan yang berbahaya. Tetapi jika itu adalah satu-satunya tujuan, serangan siber dan bentuk-bentuk tanggapan lainnya bisa berhasil. Memberi sanksi kepada pemimpin tertinggi Iran adalah tindakan menghina yang disengaja sekaligus tanda bahwa kesepakatan hanya dapat terjadi jika Iran menyerah pada tuntutan AS.

Jurnalis: Trump dan pejabat senior AS lainnya telah berulang kali mengatakan bahwa Washington siap untuk berunding dengan Iran tentang kesepakatan nuklir yang baru tanpa prasyarat apa pun. Tampaknya pemerintahan Trump, dengan menjatuhkan sanksi baru pada Teheran, sedang menghadapi kebingungan politik. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda percaya bahwa pemerintah  Trump menutup jalan menuju solusi diplomatik dengan Iran?

Alcaro: Penasihat Keamanan Nasional, Bolton, dan Sekretaris Negara, Pompeo, tampaknya telah menegaskan kembali kendali atas kebijakan terkait konflik Iran-Amerika. Dengan memberi sanksi terhadap (Ayatollah) Khamenei, Trump pada dasarnya meremehkan kemungkinan nyata dari perundingan yang tulus untuk langkah-langkah de-eskalasi, apalagi negosiasi mengenai kesepakatan nuklir yang baru. Tampaknya pemerintah Trump berusaha keras untuk mendorong Iran membuat langkah lebih lanjut yang dapat membenarkan pendekatan yang bahkan lebih konfrontatif. Masalahnya adalah, Iran mungkin berpikir bahwa keengganan Trump untuk berperang pada akhirnya akan memaksanya untuk mundur, dan untuk melakukan itu Iran dapat mengambil langkah lebih lanjut yang dianggap AS sebagai provokasi. Ini adalah permainan yang sangat berbahaya yang mungkin berakhir dengan konflik.

Jurnalis: Seperti yang Anda tahu, sebagian besar ekonomi Iran telah menjadi target hukuman AS sebelumnya dan, pada kenyataannya, tidak banyak yang tersisa untuk menjadi target Washington. Apakah Anda percaya bahwa itu hanya langkah teatrikal dan bahwa sanksi diplomasi tidak lagi berfungsi dalam menghadapi Iran?

Alcaro: Pertanyaan besarnya adalah berapa lama Iran bisa bertahan dengan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya? Jika Iran menemukan cara untuk mengatasi pengepungan keuangan AS dan menstabilkan ekonomi, sambil menunggu bergantinya pemerintahan AS, maka inilah opsi kebijakan yang masuk akal. Sebaliknya, jika situasi ekonomi menjadi tidak stabil, Iran mungkin merasa terdorong untuk membalas secara agresif, dan kami kembali pada kemungkinan eskalasi menuju konflik militer yang baru saja saya sebutkan.

Jurnalis: Sanksi baru datang setelah pekan lalu Iran menembak jatuh pesawat mata-mata AS yang telah menjelajah ke wilayah udara Iran. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa sanksi itu tidak ada hubungannya dengan jatuhnya drone. Namun, tampaknya sanksi itu dijatuhkan sebagai tanggapan atas penembakan itu. Apa pendapat Anda tentang ini?

Alcaro: Begini, AS harus merespons dengan cara bagaimana Iran menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak, yang AS yakini terbang di wilayah udara internasional. Suatu bentuk pembalasan selalu ada. Tapi seperti yang saya katakan, sanksi baru – terutama penargetan (Ayatollah) Khamenei – bagi saya lebih merupakan tanggapan terhadap mereka (terutama di wilayah Teluk (Persia)) yang telah mengkritik keputusan Trump untuk membatalkan serangan itu. (fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*