Sumber: Antara News

Jakarta, LiputanIslam.com — Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesak Polda Metro Jaya melepaskan mahasiswa dan pelajar yang ditangkap dalam aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI pada 23-24 September lalu karena merupakan bagian dari partisipasi masyarakat.

“Nanti kami akan menyampaikan resmi pernyataan kami bersama dengan para kuasa hukum yang lain dan juga beberapa organisasi mendampingi KontraS, LBH dan lain sebagainya untuk mendesak pihak Kepolisian membebaskan para mahasiswa dan juga pelajar pelajar yang ditangkap terkait aksi demonstrasi mahasiswa,” kata Usman usai mendampingi musisi Ananda Badudu yang baru dilepaskan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9).

Selain itu, Amnesty Internasional pun mengharapkan kasus Ananda Badudu tidak diteruskan lebih lanjut oleh Polda Metro Jaya.

“Yang pasti saat ini keterangan masih sebatas saksi dan kita minta tidak ada proses hukum lanjutan,” kata Hamid saat mendampingi Badudu usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat.

Hamid juga mengatakan pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika Badudu ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Ananda Badudu melakukan penggalangan dana untuk para mahasiswa melalui aplikasi KitaBisa.com.

Baca juga: AJI Nilai Penangkapan Aktivis Dandhy Bertentangan dengan Kebebasan Berpendapat

Ananda Badudu yang ditangkap untuk dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya mengatakan masih banyak mahasiswa pascademo mahasiswa yang diperiksa tanpa pendampingan.

“Di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, mereka diproses dengan cara-cara yang tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” kata mantan personel grup Banda Neira itu usai menjalani pemeriksaan. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*