Sumber: nusantaranews.co

Tangerang, LiputanIslam.com– Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan bahwa praktik moderasi beragama di pesantren dan madrasah menjadi pondasi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. Hidup dalam beragama yang moderat adalah warisan para pendiri bangsa.

“Praktik Islam Wasathiyah yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan, khususnya madrasah dan pesantren menjadi pondasi bagi tegaknya bangsa ini berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, sebagai warisan dari Founding Fathers,” ucapnya di Tangerang, seperti dilansir kemenag.go.id pada Kamis (28/11).

Amin menegaskan, keberadaan lembaga pendidikan Islam sangat besar perannya dalam membentuk watak beragama umat Islam Indonesia yang moderat, ramah, dan toleran. Jumlah siswa madrasah saja mencapai 1 juta. Tentunya suatu angka yang sangat besar yang diharapkan perannya dalam menjaga dan merawat keberagaman bangsa.

“Jumlah siswa madrasah sekitar 10 juta dan guru sekitar 1 juta yang lebih besar dari penduduk Brunei, sangat besar pengaruhnya dalam menjaga keberagaman bangsa ini” katanya.

Baca: Menristek: Indonesia Butuh Tambahan Ahli Coding

“Selain umat Islam meyakini kebenaran agamanya, juga mereka memahami adanya saudara-saudaranya non muslim yang meyakini kebenaran agama yang dianutnya. Keberadaan mereka sangat penting untuk merawat kebhinnekaan,” tandas Amin. (aw/duta/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*