Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (26/7) melemah 0,17 persen ke posisi Rp 13.999 per dolar AS. Pelemahan rupiah paling dalam di antara mata uang Asia lainnya.

Menurut kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah melemah ke posisi Rp 14.001 per dolar AS. Sebelumnya rupiah berada di posisi Rp 13.986 per dolar AS.

Baca: Pembukaan Pasar, Rupiah Menjauh dari Level Rp 14.000 per Dolar AS

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada perdagangan Jumat (26/7) dibuka di posisi Rp 14.000 per dolar AS. Rupiah terdepresiasi 23 poin atau 0,16 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan bank-bank sentral global semakin menurun. Apalagi, Bank Sentral Eropa tidak menurunkan suku Bungan acuan hingga semester 1 tahun depan.

Selain itu, investor mengurangi ekspektasinya terhadap penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) saat rilis data ekonomi AS. Hal ini menjadi sentiment positif bagi dolar AS.

Sebagian besar mata uang utama Asia pada hari ini mengalami depresiasi terhadap dolar AS. yen Jepang melemah 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, yuan China melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia melemah 0,13 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,29 persen.

Adapun mata uang yang mengalami apresiasi terhadap dolar AS adalah dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, baht Thailand sebesar 0,05 persen, dan peso Filipina sebesar 0,13 persen. (sh/market.bisnis/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*