kartu tanda bukan kafirMosul, LiputanIslam.com — Jika Indonesia memiliki Kartu Tanda Penduduk sebagai tanda pengenal, maka di Timur Tengah sana kita akan menemukan Kartu Tanda Bukan Kafir (KTBK). Ya, kartu ini hanya bisa ditemukan pada ‘Khilafah Islamiyah’ ala ISIS, yang mencaplok beberapa kawasan Irak dan Suriah. (Baca: Muslim Sunni pun Difitnah)

Faisal Djindan, seorang facebooker mengunggah KTBK ini, Senin, 25 Agustus 2014. Ia mempertanyakan ulah ISIS, yang menurutnya tidak pernah ada pada jaman Nabi sekalipun.

“Ada sebuah trobosan baru yang tidak pernah ada dalam sejarah umat manusia bahkan para Nabi dan Rasul pun tidak sampai berpikir seperti yang mereka pikir,“ tulisnya. Berikut ini keterangan pada KTBK:

Kepada pihak yang berwenang, menyatakan bahwa sdr/sdri  Mamu al-Juzairi penduduk dari wilayah as-Suwaid telah melalui proses pertobatan dan telah menjalankannya dengan hasil yang baik.

Dengan pertimbangan tersebut diatas, kami memberikan surat persaksian ini dan menyatakan bahwa yang bersangkutan “Bukan Kafir” dan dilarang bagi Tentara Khilafah untuk mencambuknya, atau menyalibnya atau mencercanya sekalipun jika tidak terdapat alasan yang bersifat syar’i. Kecuali dengan bukti bahwa yang bersangkutan telah kembali kepada ‘kezindiqkan’ atau meminta ‘kebebasan’.

Dan Allah-lah yang berada dibalik tujuan

TTD
ISIS 

KTBK ini, sebagaimana keterangan yang tercantum, berlaku selama tiga bulan. Sehingga juga belum cukup kuat untuk menjadi jaminan keamanan. Setelah masa berlaku habis, apakah para penduduk harus dites ulang kembali, untuk mengetahui apakah ia masih beriman atau tidak?

Organisasi teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah banyak diketahui melakukan berbagai kejahatan kemanusiaan atas nama agama. Di Irak, mereka membunuhi penduduk sipil, seperti yang terjadi pada etnis Yazidi. Selain itu, mereka juga memusuhi penduduk yang non-Muslim, dan memaksanya untuk memeluk Islam. (Baca: ISIS Bantai dan Tawan Etnis Yazidi)

Tidak hanya itu, mereka juga memaksa para wanita, baik di Irak maupun Suriah, untuk menjadi pelayan kebutuhan biologisnya. Mahdi Darius Nazemroaya, seorang analis terkemuka mengungkapkan bahwa ISIS, menangkapi wanita dan anak perempuan, terlepas dari apapun agamanya, yang berhasil ditangkap  akan diperkosa dan dianiaya. Muslim, Kristen, Druze, sama-sama beresiko. Tragisnya, tindakan-tindakan menyimpang ini justru dianjurkan oleh ulama-ulama yang menyimpang  dengan  mengeluarkan fatwa yang mendukung pemerkosaan. (Baca: Agenda Zionis Menggambar Ulang Peta Timur Tengah)

Yang tak kalah mengerikan, ISIS juga melakukan serangkaian penghancuran yang terstruktur terhadap masjid-masjid di Irak maupun Suriah. Lalu gereja, situs-situs bersejarah hingga makam Nabi dan sahabatnya, juga tak luput dari penghancurkan. (Baca: Potret Kekejaman ISIS: Menghancurkan Masjid-masjid). [ba]

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL