LiputanIslam.com-Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purnawirawan) Agum Gumelar menyebutkan setidaknya ada dua gerakan radikal yang mengancam keutuhan NKRI dari pihak kiri dan kanan. Pihak kiri adalah komunisme sedangkan pihak kanan adalah gerakan radikal khilafah.

“Bagaimana menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ancaman radikal. Radikal itu bisa kiri dan kanan,” katanya usai menghadiri silaturahmi Menteri Pertahanan dengan purnawirawan TNI di Jakarta, Senin (29/7).

Akan tetapi, Agum melihat ancaman gerakan dan paham komunis tidak perlu dikhawatirkan karena upaya penanggulangannyan sudah dipayungi dengan Ketetapan MPRS XXV/1966. Sementara gerakan radikal agama yang menggunakan sistem khilafah memerlukan kewaspadaan yang sangat tinggi dari warga bangsa.

Baca juga: Budaya Adalah Sarana yang Efektif Tangkal Radikalisme

Oleh karena itu, Agum pun mengajak seluruh purnawirawan TNI dan Polri untuk bersatu menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ancaman gerakan radikal sistem khilafah.

Ia pun meminta presiden-wakil presiden terpilih untuk tegas mengatasi ancaman radikalisme tersebut. Menurutnya NKRI dan Pancasila harus diperjuangkan.

“NKRI dan Pancasila adalah jerih payah, keringat dan darah para pejuang bangsa Indonesia. Kalau ada yang mau ganti NKRI dan Pancasila, maka tidak boleh diam, NKRI dan Pancasila harus dibela,” ucapnya di acara lain. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*