Tehran,LiputanIslam.com—Pemerintah Iran mensiasati sanksi yang dijatuhkan AS kepada ekspor minyak mentah Iran dengan cara mengekspor produk minyak olahan seperti bensin.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News, melaporkan pada Senin (29/7) perihal pengiriman bensin Iran untuk pertama kalinya ke Afghanistan. Kabarnya, ektivitas ekspor akan mulai diperdagangkan di Bursa Energi Iran (IRENEX) akhir pekan ini.

Laporan itu juga mengatakan, 10.000 ton bensin telah tersedia untuk dijual ke Afghanistan dan perdagangan melalui IRENEX akan dilakukan dengan mata uang Iran ‘Rial’ atau mata uang internasional.

Kepala IRENEX, Seyeed Ali Hosseini, menyebutkan bahwa aktivitas ekspor bensin setidaknya akan berlangsung sampai 21 Agustus mendatang.

Baca: Rusia Sebut Anggota JCPOA akan Bantu Iran Ekspor Uranium

Amerika Serikat pernah memberlakukan sanksi atas aktivitas impor bensin Iran. Namun, sanksi itu berakhir ketika Iran dan beberapa negara terkuat dunia menandatangani perjanjian nuklir 2015 (JCPOA).

Sanksi itu telah memotivasi kementerian perminyakan Iran untuk menggalakkan olahan minyak mentah seperti bensin guna mencukupi permintaan bensin dalam negeri. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*