LiputanIslam.com-Menurut BMKG Klimatologi Kupang, lima dari 22 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dilaporkan masuk dalam kategori darurat kekeringan.

Kelima kabupaten/kota itu adalah Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Manggarai, Rote Ndao, dan Flores Timur, kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru di Kupang, Selasa (23/7).

“Kalau berdasarkan monitoring hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) dasarian I Juli 2019 Provinsi Nusa Tenggara Timur, ada sembilan kabupaten/kota yang mengalami kekeringan ekstrem. Dari sembilan kabupaten ini, lima kabupaten yang sudah menetapkan siaga darurat kekeringan,” katanya.

Baca juga: 5 Desa di Temanggung Jateng Alami Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Selain NTT, sejumlah provinsi lain yang juga berstatus darurat kekeringan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, wilayah kabupaten/kota yang terdampak kekeringan teridentifikasi berjumlah 75 kabupaten/kota, termasuk dua kabupaten di Bali.

Menghadapi darurat kekeringan, BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), telah melakukan koordinasi untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna mengantisipasi. (Ay/Antara/Tribunnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*