LiputanIslam.com-Sebanyak 4.750 anak balita dari dari 31.000 anak di wilayah Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebar di 83 desa di Kabupaten Kupang, mengalami masalah kekerdilan akibat kekurangan gizi kronis.

Anak-anak yang mengalami kekerdilan tinggi badannya lebih pendek dari standar tinggi badan anak seusianya akibat kekurangan gizi.

Bupati Kupang Korinus Masneno dalam Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Kupang mengatakan bahwa kekerdilan pada anak merupakan masalah yang membutuhkan penanganan serius karena berkontribusi besar pada penurunan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga: Indef: Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Jadi Warning

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Kupang memperbanyak kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan keluarga mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan pola pengasuhan anak yang baik. Selain itu juga pemberian makanan tambahan dan suplemen gizi bagi anak dan ibu hamil.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi meminta agar para orang tua untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak terutama mulai periode kehamilan hingga anak berusia dua tahun untuk mencetak generasi berkualitas bebas kekerdilan.

“Intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan tidak boleh diabaikan karena menjadi penentu pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang,” kata Oscar dalam acara diskusi bertema Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif, di Kementerian Kesehatan. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*