Sumber: Presstv

Baghdad,LiputanIslam.com—Pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika di Irak utara telah diserang 17 roket. Meski tidak ada korban jiwa, serangan ini telah menyebabkan kerusakan material.

Angkatan bersenjata Irak menkonfirmasi pada Jum’at (8/11) bahwa insiden itu terjadi dekat pos militer di kota Qayyarah, Provinsi Nineveh.

Sampai saat ini, belum ada entitas atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu.

Amerika telah menginvasi Irak pada 2003 atas nama perang melawan teror. Sejak saat itu, muncul sentimen anti-Amerika di Irak dan mulai menyalahkan negara itu atas setiap masalah yang terjadi di Irak.

Pada 2014, Washington bersama dengan sekutu Barat dan Timur Tengahnya kembali melancarkan operasi militer di Irak dengan dalih memberantas kelompok teroris Daesh. Operasi militer itu dilaporkan telah memicu kekacauan di Irak.

Baca: Iran Tembak Jatuh Drone Dekat Teluk Persia, AS Mengaku Bukan Miliknya

Saat ini, setelah kelompok Daesh berhasil diusir dari Irak, negara itu kembali dilanda kekacauan akibat aksi demonstrasi berkepanjangan. Bentrokan terjadi antara para demonstran dengan petugas keamanan. Banyak pihak menilai aksi massa di Irak telah ditunggangi oleh oknum-oknum tertentu yang berusaha mendapatkan keuntungan dari kekacauan di Irak. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*