dirgo_purboOleh: Dirgo D. Purbo

Pengantar: mulai pekan ini LI akan menghadirkan analisis berseri Keamanan Energi Indonesia, yang diambil dari paper karya pakar geopolitik Indonesia, Dirgo D Purbo. Analisis ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang pentingnya keamanan energi (energy security) dan bagaimana strategi untuk mencapainya.

Berikut ini bagian pertama.

 

Pendahuluan

Menurut kamus The American Heritage, pengertian geo ekonomi dapat di uraikan dalam tiga pokok, yaitu studi yang mempelajari hubungan antara politik dan ekonomi, terutama dalam skala internasional; kebijakan pemerintah yang menerapkan geoeconomics; dan sebuah kombinasi dari ekonomi politik internasional dan faktor politik yang memengaruhi negara atau wilayah tertentu.

Thomas P. Beneath menulis, “Energi adalah urat nadi ekonomi dunia. Memutus suplai energi akan membuat matinya ekonomi.”

Ekonomi dunia dijalankan dengan minyak, dan bila ada gangguan terhadap suplai minyak atau harganya tidak stabil hal ini dapat mengancam kelanjutan/kenyamanan pertumbuhan ekonomi negara-negara industri yang tingkat ketergantungan atas minyak impor sangat tinggi. Pada tahun 1971 para anggota OPEC mengadakan pertemuan di Teheran, Iran dengan membuahkan hasil empat agenda yang disepakati berkaitan dengan harga minyak, Salah satu agendanya yaitu memberlakukan penggunaan mata uang dollar untuk pembelian minyak. Alasan yang sangat mendasar yakni agar terhindar dari fluktuasi nilai tukar yang sangat tidak stabil. Industri minyak memang lahir di Amerika dan secara otomatis membawa mata uang Dollar sebagai patokan harga minyak, begitu juga untuk pembayarannya.

Dan semenjak Dollar digunakan dalam transaksi perdagangan minyak internasional yang notabene dikontrol di New York dan London, telah menjadikan Amerika sebagai hegemon ekonomi dunia. Hal ini pun diulas oleh William Clark dalam tulisannya berjudul: Iran’s New Oil Trade System Challenge US Currency (2004). Menurutnya, langkah Iran melakukan transaksi minyak dengan Euro telah membuat NYMEX dan IPE, dua makelar minyak raksasa yang dikuasai AS terancam.

Bila mengikuti perkembangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan negara-negara di kawasan Asia Timur, terutama dengan Cina, kerentanan Dollar akan terlihat. Para analis finance investment menilai, perubahan AS dari negara industri terkemuka menjadi masyarakat konsumer yang bergantung pada produk pabrik asing, telah memicu mengalirnya dollar ke bank-bank di Asia. Hutang AS juga sangat besar yang terakumulasi di negara-negara asing. Sehingga, sebuah press rilis yang berisi ketakutan pasar dari pejabat di Jepang, Korsel, atau China, sudah cukup untuk membuat kejatuhan dollar berlanjut.

Keamanan Energi

Keamanan energi (energy security) adalah jaminan suplai dari sumber energi, termasuk unsur transportasi, dengan harga yang semurah-murahnya, baik itu di tingkat industri maupun untuk tingkat negara. Berbagai   pemahaman   mengenai ‘keamanan energi’ telah diulas di berbagai forum internasional.

Terminologi ini timbul setelah tahun 1973 dikarenakan Amerika dan Eropa menghadapi embargo minyak dari Arab Saudi dan disusul pada 1979, embargo minyak oleh Iran. Adanya embargo suplai minyak mentah dan BBM tentunya dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi dan militer Amerika. Di sinilah titik kelemahan yang sangat krusial bagi Amerika dan berbagai negara industri yang mempunyai tingkat ketergantungan impor minyak sangat tinggi.

Tidak jauh berbeda, Frans R. Bax, analis politik CIA mengatakan,“ Keamanan energi melibatkan pemeliharaan dan pembangunan sumber-sumber energi yang bisa diandalkan dalam harga yang tidak mengancam kelangsungan hidup negara. Minyak akan terus menjadi sumber energi paling penting untuk dunia industri dan satu-satunya   yang paling rentan atas penghentian suplai dan kenaikan harga yang tajam.”

Harusnya, titik lemah mereka ini yang menjadi fokus kebijakan, Kebijakan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan negara-negara penghasil energi, termasuk Indonesia.

Perlunya Penyimpanan Minyak Strategis

Setiap negara mempunyai pemahaman tersendiri   atas keamanan energi,tidak ada yangmendefinisikansecara absolute. Namun, semua negara, baik itu negara yang statusnya net oil importermaupun net oil exporter, apapun kondisinya, sudah harus merancangnya secara khusus,terutama bagi negara yang net oil importer, seperti halnya ASyang telah merancang ‘penyimpanan minyak strategis’.

Sumber energi terbagi dua, yaitu (1)energi tidak terbarukan: minyak, gas alam, batu bara, nuklir dan (2) energi terbarukan: hydro-electric, angin, sinar matahari, biodiesel dan ethanol, energi ombak dan geothermal,

Keamanan energi selalu mempunyai dimensi geopolitik, geostrategi dan geoekonomi, dan seharusnya masuk dalam agenda prioritas kepentingan nasional. Bila sudah dalam agenda kepentingan nasional maka semua elemen bangsa akan bersikap satu suara untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai contoh, AS telah menempatkan aspek minyak ke dalam agenda utama kepentingan nasionalnya. Oleh karena itu seluruh elemen pada struktur organisasi organik dipemerintahannya, ataupun kongres,parlemen, LSM, universitas, semua akan bergerak satu suara. Bila ditanya. apa kaitan antara minyak dan politik AS? Jawabannya: Presiden, Wapres, Menhan, Jaksa Agung, Direktur Dewan Keamanan Nasional, Direktur CIA, semuanya punya kaitan dengan minyak. Artinya, seluruh elemen pemerintahan AS fokus pada pencapaian keamanan energi negara mereka.

Perlu kiranya diulaselemen-elemen pokok yang patut mendapatkan prioritas pertama untuk dimasukan kedalam agenda kepentingannasional pada suatu negara.Elemen-elemen pokok tersebut antara lain, geografi, demografi, kultural, transportasi, ekonomi, militer, politik, dan komunikasi.

Komoditi minyak yang masuk dalam kategori geografi, dan sebagai salah satu   kebutuhan manusia yang sangat vital dan strategis menjadi unsur utama dalam prioritas agenda kepentingan nasional bagi negara-negara pengimpor minyak.

Posisi Indonesia saat ini tidak mengalami krisis pangan ataupun air. Kondisi geografi Indonesia sangat berkecukupan untuk memenuhi dua aspek tersebut dari dalam negeri. Krisis yang dihadapi Indonesia sekarang ini adalah krisis energi yang sudah sangat akut. Setelah memasuki era reformasi, elemen-elemen pokok geografi mulai tereduksi, antara lain wilayah yang kaya sumber minyak lepas dari pangkuan NKRI, UU migas dirubah, rencana pembangunan refinery exor lenyap, dan sederetan nilai nilai strategis lainnya yang berhubungan langsung dengan kepentingan nasional Indonesia.

(bersambung ke bagian kedua)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL