Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Kenangan dari Segovia, Spanyol

Published 22/11/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
Aqueduct of Segovia (foto: wikipedia)
Aqueduct of Segovia (foto: wikipedia)

Oleh: Ema Rachman*

Ketika sedang merapihkan rumah, tiba-tiba mata saya tertuju pada tumpukan album foto. Saya perlahan membukanya, dan menemukan beberapa foto dari kota Segovia, Spanyol. Saya datang ke kota itu untuk menghadiri upacara pernikahan teman seorang Perancis yang mendapatkan istri yang berasal dari Segovia. Tak ayal, kenangan tentang kota yang cantik dan penduduk kotanya yang ramah itu kembali muncul.

Untuk menuju Segovia, saya harus ke kota besar terdekatnya dulu yaitu Madrid. Dari sana, saya naik kereta sekitar dua jam untuk sampai ke Segovia. Arsitektur kota yang kuno dan kokoh menyambut saya. Simbol kota Segovia adalah Aqueduct of Segovia (saluran air Segovia). Dalam bahasa Spanyol disebut El Puente. Aqueduct ini dibangun pada masa Kaisar Romawi Trajan (memerintah tahun 98-117 M). Saluran ini menyalurkan air 10 sepanjang mil (16 km) dari Sungai Frío ke kota Segovia.

 

foto: Ema Rachman
foto: Ema Rachman

Aqueduct merupakan salah satu mahakarya era Romawi, terbuat dari sekitar 24.000 blok granit berwarna gelap bernama Guadarrama. Bagian yang muncul di atas tanah adalah setinggi 28,5 meter dan terdiri dari beberapa 165 lengkungan selebar 9 meter. Saluran air ini dimasukkan dalam daftar ‘Warisan Dunia’ pada 1985.

Warga kota Segovia hangat dan ramah. Ketika berpapasan dengan mereka, kalimat sapaan selalu terlontar, seperti selamat pagi. Mereka juga sangat religius. Pada dasarnya memang orang-orang Spanyol sama seperti orang Italia, masih religius dan terus menjalankan ritual keagamaan Katolik secara rutin dalam keseharian kehidupan mereka.

spain5
foto: ema rachman

Saat tiba disana , saya berpapasan dengan sekelompok warga sana yang sedang berjalan berbaris dan ada dua anak lelaki yang memakai kostum gereja membawa dupa. Mereka semua berjalan menuju katedral yang sangat terkenal di kota itu. Cuaca bulan September yang segar dan cerah, membuat suasana kota terasa lebih indah.

Terlihat juga banyak café dan restoran, dengan kursi-kursi yang ditaruh di luar sehingga kita bisa di tengah cahaya cerah matahari. Jalanannya bukan dari aspal, melainkan dari bebatuan, menambah eksotisme kota ini. Di tengah kota ada kolam dengan patung dan air mancur. Patung-patung juga bisa kita temui di sisi-sisi jalan yang tertata rapih. Gang-gang kecil diantara bangunan dan perumahan juga terlihat bersih dan rapi. Sungguh saya jatuh cinta pada kota yang indah dan hangat ini.

Saya menginap di hotel kecil yang nyaman. Interior sangat cantik, tipikal Mediterania dengan dominasi kayu-kayu jati tua yang kokoh. Di pagi hari, hotel menyediakan sarapan berupa roti yang agak keras, terbuat dari gandum dan biji-bijian. Kopi yang disajikan adalah kopi khas daerah Mediterania, kopi hitam pekat yang dituang di cangkir kecil dengan gula yang disajikan terpisah.

spain2
foto: ema rachman

Esoknya, saya pun menghadiri acara pernikahan teman saya itu. Upacara dilakukan di Gereja Katedral pada pagi hari. Lalu, para undangan pergi ke restoran dan menyantap makanan yang sudah disediakan. Ada kambing panggang, namanya Segovia’s Lechazo. Dimakan dengan kentang rebus yang telah dibumbui. Ada sayur seperti brokoli, buncis dan tomat, plus salad.

Setelah selesai makan, pengantin dan tamu-tamu keluar restoran, dan mengitari semacam panggung. Sambil berdiri, kamidisuguhi tarian khas Spanyol. Sang penari menggunakan kipas dan baju khas Spanyol. Pengantin pun ikut menari.

Alcazar (foto: www.exploring-castles.com)
Alcazar (foto: www.exploring-castles.com)

Sore harinya, para undangan kembali berkumpul di sebuah café untuk minum kopi dengan kue-kue khas Spanyol juga, seperti cake buah dan coklat. Malam harinya, kami disuguhi makan malam dengan menu yang mirip dengan makan siang. Usai makan malam, ada lagi hiburan. Dan keesokan paginya, kami juga dijamu sarapan. Rupanya, ini kebiasaan khas orang Mediterania, yaitu sangat senang menjamu tamu, apalagi dalam perayaan-perayaan khusus seperti pernikahan.

Saya sempat mengunjungi situs-situs wisata di kota ini, antara lain Kastil Alcazar. Dari namanya, sudah terasa ada pengaruh Islam. Dan memang, asal kata Alcazar adalah bahasa Arab, al qasr (istana). Gaya bangunan kastil ini, sebagaimana juga umumnya bangunan pada awal masa modern Spanyol banyak dipengaruhi oleh Islam (dalam hal ini bangsa muslim Moor yang pernah menguasai Spanyol).

Ah, Segovia. Saya pun menutup album lama itu, lalu melanjutkan merapihkan rumah. (LiputanIslam.com)

—–

Ema Rachman adalah penulis blog emarachman.blogspot.com

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account