Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

0
130

Jakarta, LiputanIslam.com—Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor bisnis terpuruk, terutama bisnis pariwisata. Dengan diterapkannya protokol kesehatan dan lockdown di beberapa negara, jumlah pengunjung antar kota dan negara otomatis berkurang. Namun, di tengah kesulitan ini, ada tren baru di kalangan pebisnis pariwisata yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital alias virtual tour.

Dalam kegiatan tur virtual, peserta bakal mendapat suguhan destinasi wisata yang bisa mereka nikmati melalui perangkat digital, bisa laptop atau gadget lainnya. Selama tur, ada pemandu wisata (tour guide) yang akan menjelaskan destinasi wisata itu.

Menurut Irwan Thamrin, Founder dan Chief Executive Officer Wisata Sekolah, kemunculan wisata virtual tidak terlepas dari tren pertemuan secara digital atawa webinar, baik lewat aplikasi Zoom, Hangout, ataupun Google Meet.  Pebisnis wisata akhirnya memanfaatkan kegiatan webinar ini untuk menyajikan tur virtual. “Kalau webinar kan cuma satu tempat, sedangkan virtual tour bisa beberapa tempat,” katanya ke KONTAN.

Head of Marketing Traveloka Xperience Terry Santoso menjelaskan adaptasi kebiasan baru semasa pandemi mengubah minat konsumen. Mengutip data yang dihimpun Traveloka, sebagian besar responden mencari pengalaman baru tapi tetap menjaga protokol kesehatan.

“Akses produk wisata tanpa jarak dan waktu bisa bergabung dengan platform,” kata Terry.

Menurut Terry, tur virtual memang tidak bisa menggantikan perjalanan sungguhan. Namun pengalaman interaktif dengan pemandu wisata, setidaknya menjadi informasi sebelum pelancong benar-benar bisa bepergian ketika pandemi berakhir.

“Selama pandemi masyarakat mulai menonton online. Penggunaan virtual, misalnya Zoom supaya tetap bisa bertatap muka,” ucapnya. (ra/tempo/kontan)

 

DISKUSI: